![]() |
| Naskah Proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno |
![]() |
| Naskah Proklamasi ketikan Sayuti Melik |
- Pada 7 September 1944, Perdana Menteri Koiso mengeluarkan janji kemerdekaan dengan tujuan untuk memikat hati rakyat Indonesia.
- BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) (Ketua : dr. Radjiman Wedyodiningrat)
a. Sidang pertama (29 Mei - 1 Juni 1945) membahas masalah yang berkenaan dengan Dasar Negara Indonesia Merdeka.
b. Sidang kedua (10-16 Juli 1945) membahas rancangan undang-undang dasar (UUD) - Pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan yang diketuai oleh Ir. Soekarno menyusun sebuah dokumen yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta (Jakarta Charter).
- PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai) (Ketua : Ir. Soekarno, Wakil : Drs. Moh. Hatta)
a. Mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
b. Menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang kepada Indonesia. - Pada 9 Agustus 1945 Jenderal Terauchi memanggil 3 tokoh nasionalis Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wedyodiningrat di Dalat (Ho Chi Minh) Vietnam untuk membahas masalah kemerdekaan Indonesia.
3 isi keputusan Kemaharajaan Jepang :
a. Pada tanggal 18 Agustus akan dilaksanakan sidang PPKI yang akan membahas kemerdekaan Indonesia
b. Indonesia akan diberi kemerdekaan jika sudah siap.
c. Jepang akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia.
Soekarno dan kawan-kawan pulang ke tanah air 14 Agustus 1945, sebelumnya sempat singgah di Singapura. - 6 Agustus 1945 (Bom Hiroshima) dan 9 Agustus (Bom Nagasaki).
- 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu (tidak resmi).
Berita penyerahan Jepang didengar oleh Sutan Syahrir. - Sutan Syahrir mendesak Soekarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
- Indonesia berada dalam keadaan vacuum of power (kekosongan kekuasaan) tanggal 15 Agustus 1945.
- Para pemuda dipimpin oleh Chaerul Saleh melakukan pertemuan di Gedung Lembaha Bakteriologi/Mikrobiologi.
Hasil keputusannya :
a. Menunjuk Wikana, Darwis, dan Subodio untuk menemui Soekarno-Hatta dan menyampaikan keputusan rapat dengan catatan kemerdekaan tidak diproklamasikan melalui PPKI.
b. Merebut kekuasaan dari tangan Jepang. - Ir. Soekarno menolak karena beliau bertanggung jawab sebagai ketua PPKI (menolak permintaan golongan muda).
- Pada tanggal 16 Agustus 1945 terjadi peristiwa Rengasengklok.
Para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan menjauhkan kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang.
Latar belakang peristiwa Rengasdengklok : mendesak agar segera memproklamirkan diri. - Pada saat yang sama di Jakarta diadakan pertemuan antara gol. tua (Ahmad Soebardjo) dan gol. muda (Wikana).
- Ahmad Soebardjo diantar Yusuf Kunto dan Sudiro menjemput Soekarno-Hatta di Rengasdengklok.
- Pemimpin PETA di Rengasdengklok : Shudanco Singgih.
- Perumusan teks proklamasi diadakan di rumah Laksamana Maeda. Beliau adalah perwira angkatan laut Jepang yang simpati terhadap rakyat Indonesia.
- Perumus teks proklamasi : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Soebardjo.
- Yang menyaksikan perumusan : B.M. Dyah, Sukarni, Sudiro, Sayuti Melik.
- Setelah konsep proklamasi selesai ditulis muncul masalah siapa yang menandatangani (akhirnya yang menandatangani adalah Soekarno-Hatta sebagai wakil Indonesia).
- Setelah diketik muncul permasalahan mengenai tempat proklamasi akan dibacakan.
- Sayuti Melik : orang yang mengetik teks proklamasi.
- Ir. Soekarno : orang yang menulis teks proklamasi.
- Proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di rumah Ir. Soekarno (Jln. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta) pada hari Jumat 17 Agustus 1945.
- Yang mengibarkan bendera : S.Suhud dan Latief Hendraningrat.
- Penyebaran berita proklamasi :
Syahrudin adalah wartawan Domei yang sangat berperan dalam penyebarluasan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia.
A. Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 :
1. Mengesahkan dan menetapkan UUD 1945.
2. Memilih dan menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil prsiden.
3. Untuk sementara tugas presiden dibantu oleh Komite Nasional (KNIP).
B. Sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945 :
1. Menetapkan 12 kementerian dalam lingkungan pemerintahan.
2. Membagi daerah Republik Indonesia menjadi 8 provinsi.
C. Sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 :
1. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah.
2. Membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
3. Membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI), tetapi tidak jadi.
DUKUNGAN SPONTAN
1. Rapat Raksasa di Lapangan Ikada (19 September 1945) (Jakarta).
2. Insiden Bendera di Hotel Yamato (Surabaya) : 19 September 1945.
3. Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (5 September 1945).
Jepang menyerah kepada sekutu secara resmi tanggal 2 September 1945 di atas geladak kapal USA yang sedang berlabuh di teluk Tokyo.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar